MEMUPUK KEMBALI NILAI SUBSTANSIAL SUMPAH PEMUDA
Bangsa Indonesia kembali memperingati hari sumpah pemuda 28 Oktober lalu. Namun, gaung semangat peringatan sumpah pemuda kian redup di era kekinian. Hal ini sungguh ironis, mengingat peristiwa sumpah pemuda 81 tahun yang lalu merupakan langkah awal bangkitnya persatuan dan kesatuan yang berikrar menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. Sejarah mengatakan sumpah pemuda merupakan penyatuan tekad pemuda untuk terus menggelorakan semangat nasionalisme dan patriotisme demi Indonesia yang bersatu untuk keluar dari neraka penjajahan.
Berbicara mengenai pemuda tentu tak terlepas dari bingkai sejarah yang mengantarnya menuju masa kini. Berangkat dari pengalaman sejarah bukan tanpa alasan, karena setiap periode pergerakan pemuda tentu akan memiliki tantangan dan konsep yang berbeda. Dimulai dengan berdirinya organisasi kepemudaan modern pertama di zaman penjajahan tahun 1908, yaitu Budi Utomo. Berdirinya Budi Utomo merupakan tonggak awal kebangkitan nasional menuju Indonesia merdeka. Angkatan 1928 sukses dengan menyatukan pemuda-pemudi Indonesia atas nama semangat nasionalisme di atas segala golongan dan suku. Berangkat dari era tersebut pemuda-pemudi Indonesia mulai merancang dan merumuskan jalan menuju Indonesia merdeka pada tahun 1945, meskipun kala itu diwarnai perbedaan poendapat antara golongan muda dan golongan tua. Pada era 1966 dan 1998 rezim yang otoriter dan krisis yang melanda bangsa Indonesia menjadi alasan mahasiswa bersatu untuk bergerak bersama menuju perubahan Indonesia yang lebih baik.
Di era pasca reformasi atau setelah rezim soeharto turun dari tampuk kekuasaan, semangat gerakan mahasiswa mengalami banyak tantangan. Tantangan terbesar hari ini adalah hegemoni konsumerisme ala barat yang membuat pemuda-pemudi larut dalam jurang hedonisme, apatisme dan individualisme. Di tengah arus globalisasi saat ini, proses adaptasi sangat di perlukan oleh gerakan mahasiswa. Hal ini dikarenakan musuh dan konsep gerakan telah berbeda dari romantisme sejarah pergerakan mahasiswa. Tentu tantangan yang ada harus disikapi dengan cara-cara yang sesuai dengan situasi dan kondisi zaman saat ini.
Peringatan sumpah pemuda yang ke 81 membuat kita berpikir ulang atau merefleksikan kembali semangat persatuan dan kesatuan pemuda-pemudi untuk bergerak bersama membawa Indonesia keluar dari krisis dan berbagai persoalan bangsa saat ini. Bila di tarik nilai relevansi sumpah pemuda pada kondisi sekarang, tentu semangat ikrar sumpah pemuda masih memiliki relevansi yang kokoh. Kendati objek atau musuh nya berbeda pada kondisi saat ini. Musuh tak terlihat atas nama kebudayaan, penjajahan atas nama system ekonomi kapitalistik dan intervensi politik dari negara lain merupakan musuh yang lebih tangguh dan kompleks dari pada era penjajahan kolonial. Konsep penyatuan tekad persatuan dan kesatuan atas nama nasionalisme dan patriotisme kembali sangat di butuhkan pemuda-pemudi Indonesia saat ini.
Mengingat arus globalisasi yang mengancam kepribadian budaya Indonesia, dan juga beresiko hilangnya kedaulatan NKRI. Pemuda-pemudi Indonesia lah yang wajib mengontrol dan menjaga republic dari tantangan-tantanagan model baru tersebut. Maka dari itu pemuda harus bersumpah untuk bersatu padu memerangi panjajahan budaya asing yang memberangus kearifan local kebudayaan asli bangsa Indonesia. Pemuda juga harus bersumpah untuk terus menggelorakan semangat nasionalisme di atas kepentingan golongan, ras, suku, agama. Pemuda juga harus bersumpah untuk peduli terhadap nasib bangsa dan tidak terjebak zona nyaman apatisme dan hedonisme. Pemuda harus bersumpah memerangi korupsi, praghmatisme dan sifat individualis dan menggelorakan kembali semangat gotong-royong. Pemuda harus bersumpah megawal cita-cita UUD 1945.
Jangan jadikan peringatan sumpah pemuda hanya sebagai perayaan seremonial miskin substansi. Namun nilai-nilai dasar persatuan dan kesatuan herus kembali di pupuk agar semangat nasionalisme menuju pembangunan Indonesia yang lebih baik dapat dicapai.
Galih Andreanto
Aktivis GMNI komisariat Pertanian UNPAD Cab. Sumedang
Mahasiswa Fkultas Pertanian UNPAD

