
Mungkinkah memang noda kemarin sore yang membuat langkah kita mundur atau kembali menuruni tangga. Walaupun itu hanya secuil kerikil hari kemarin. Sungguh Tak ada niatan membuat nona harus berpikir keras untuk ambil keputusan demikian sulit. Tapi tak apalah jika itu yang membuat nona bahagia kelak, saya juga takkan memaksakan egosentris perasaan pada nona.
Tesis dan teori bahwa jarak dan penumpukan harta rindu membuat perasaan mati suri kemudian mati sungguhan, memang belum terbukti. Tapi saya berjanji akan cari sintesa nya. Semua saya kembalikan pada nona. Nona punya hati nurani dan perasaan yang kuat sebagai seorang perempuan. Kebijaksanaan dan hikmat kiranya senantiasa melingkupi perasaan nona.
Bangga. Ijinkan saya berbangga bila dekat dengan nona. Sejuk nona. Sungguh belum pernah sesejuk demikian tempo dulu-dulu. Namun kita telah bersepakat menyerahkan pena kehidupan kita pada sang Khalik. Kita juga sepakat membukakan ruang untuk di design sesuai rencana pencipta jagad raya. Hingga kita merasa yakin tak ada yang pantas untuk di khawatirkan. Perasaan gelisah pun tak berhak bersarang di dinding dada kita.
Setidaknya aku sudah berusaha berjuang sekuat tenaga meyakinkan hati nona, tak ada niatan selain ingin nona percaya kalo saya sedang ada di lembah dan butuh bantuan seorang yang rela mengulurkan tangan, mengeluarkan saya dari jurang. Dan saya butuh nona. Segalanya tentang nona teramat penting hari ini, esok dan lusa dan hari-hari berikutnya.
Aku tak pernah seserius ini, tak lain tak bukan karena aku teramat yakin pada nona kalau nona adalah malaikat utusan TUHAN untuk datang pada hari itu. Tak ada lagi ruang dan waktu yang membatasi cinta kasih nona. Kenakanlah itu. Cinta kasih bahkan sama sekali tidak mengenal ruang dan waktu.
Biarlah doa tiap malam tentang restu ilahi terus berhembus apapun kondisi dan situasinya. Semoga komitmen dan konsistensi dalam membangun kepercayaan dapat terus kita jaga. Tenang saja aku tak akan jauh dari nona. Percayalah hanya nona saja tak ada nona yang lain.
Salam Kasih dari selatan.
Galih Andreanto for Yosephine fitrina
24/12/2009

