Site Network: Home | Blogcrowds | Gecko and Fly | About

Lentur. Berjingkrak tidak teratur


Lentur. Berjingkrak tidak teratur

Kulihat ada beribu tanda tanya menghiasi pancaran sinar matanya. Sebut saja dia ‘DILEMA’. DILEMA mengantarkan masa kecilnya menuju tak biasa. ‘DILEMA’ menghabiskan waktu-waktu kosong dengan akrab hingar bingar ketimpangan.

Terantuk batu sesekali mengaduh. DILEMA melenggang menuju pasar senen berjualan anggrek bulan di becek pasar kue subuh. Mungkin terlalu dini DILEMA merasakan panas nya radiasi matahari Jakarta. Terantuk selalu terantuk karena upah nya 3 hari 3 malam bergelut dengan pasar senen habis sudah ditangan supir angkot. Ditempa dan di bentuk kemalangan menggilas nya menuju Beton. Tak apalah jadi tukang kuli, asal bisa DILEMA dapt melihat Emak sebegitu senang karena tak meminta uang jajan.

Apalah daya nasib pun mengantarkannya membantu Emak Jual mie ayam. Mangkal tiap hari depan kompek sembari melihat Sebaya lalu lalang bermain Layang. Gema takbir tiba, Mie ayam bangkrut di landa flu burung. Riuh nya gema membawanya ke pinggiran jalan Kemayoran. Asik jualan Teh botol Diselingi Bunyi petasan.

Sampai juga Masa nya dengan PERIH. Petir menyambut pertemuannya di pojok perpustakaan Sekolah lanjut. Celoteh sang PERIH menarik DILEMA mengenal lebih jauh. Tak ayal Ironi terbentuk ketika DILEMA memaksa PERIH jatuh cinta. Siang malam selalu bersama. Susah Senang, Lapar Kenyang tak akan memisahkan mereka. Berujung di Sebuah konspirasi Menghentikan mimpi-mimpi DILEMA. Tibalah waktu nya PERIH meninggalkan DILEMA, meski tak ada suatu alasan pun keluar dari bibir nya. Pesakitan mengantarkan DILEMA menuju keterasingan terdalam. Luka pun tak kunjung terobati. Pecahan air mata justru mengantarkan nya menuju sebuah kota. Jauh jauh sungguh jauh mereka berjarak. Kota itu mengenalkan DILEMA pada berbagai mimpi-mimpi baru. Sampailah Dilema berkenalan dengan sebuah INSPIRASI. Sang INSPIRASI mengajarkannya untuk melupakan sang PERIH. DILEMA dan INSPIRASI menghabiskan waktu berama. Berdialektika, koar-koar tidak karuan, mengasah taji. INSPIRASI menjadikan DILEMA begitu melesat Bukan kepalang. DILEMA merasakan jiwa dan semangat pemikirannya Terbentuk baru.

Hingga pada suatu malam Sangkakala sang PERIH yang lama tak Ia dengar kembali membangunkan Tidurnya. Kenangan kembali terngiang di telinga DILEMA. PERIH mencoba membawa kembali DILEMA untuk bersanding bersama lagi. Tapi bagaimana mungkin PERIH selalu meninggalkan nya berulang-ulang kali. PERIH membawa janji-janji baru dan berjanji tak akan melukai DILEMA lagi. DILEMA kali ini benar-benar Dilema. Ditengah aktivitas nya yang begitu padat dengan INSPIRASI terpaksa terinterupsi. DILEMA melunak kepada PERIH, dipilih lah jalur-jalur diplomasi yang mengesampingkan dosa masa lalu. Tak tersadar PERIH kembali menorehkan luka pada DILEMA. PERIH berkata aku tak bisa terus bersama DILEMA karena kita begitu berbeda dan PERIH akhirnya Meninggalkannya. DILEMA tentu Cuma bisa pasrah dan nrimo, karena yang ada di pikiran DILEMA hanyalah demi kebahagiaan PERIH. Bila PERIH Lebih Bahagia tanpa DILEMA, dilema akan turut berbahagia.

DILEMA kembali melakukan Rutinitasnya. Mencoba melupakan PERIH adlah suatu keniscayaan. DILEMA mencoba mengubur masa lalu nya dalam-dalam. Dihapusnnya Jejak-jejak PERIH di sisa-sisa Hatinya.

Hingga pada suatu saat DILEMA kembali bergaul dengan INSPIRASI. Sang INSPIRASI membawa nya ke gelombang hidup bernama TANGGUNG JAWAB. Setelah itu mereka berkenalan dengan sebuah KERJA KERAS, sungguh tak disangka kaget bukan kepalang. Ternyata sang KERJA KERAS mengantarkannya kembali pada sang PERIH. Sungguh DILEMATIS, Petualangan seru sang DILEMA menghapus jejak-jejak Sang PERIH ternyata percuma. Semakin Dihapus jejaknya ternyata semakin jelas dan tajam kehadiran sang PERIH di hatinya. DILEMA hanya bisa menikmati kegundahan. Segala sepi kembali mengingatkannya pada bulir-bulir PERIH. DILEMA akhirnya sadar bahwa PERIH ini adalah siklus gerak maju yang berirama. detaknya dimana-mana seperti udara. Lentur. Berjingkrak tidak teratur

1 komentar:

At 16 Juli 2009 pukul 02.56 galih andreanto said...

oke di comment ya sebagai kritik dan saran yang membangun tulisan saya.. terimakasih

 

Posting Komentar